Berwisata dengan mobil pribadi (Sewa atau milik sendiri)
terasa lebih nyaman dibandingkan ketika kita harus menggunakan anggkutan public/umum,
karena selama perjalanan kita bebas bercengkrama bersama orang2 terdekat kita
tanpa harus mengganggu orang lain.
Selain itu dengan kendaraan sendiri tentunya segala waktu
tidak begitu mengikat, karena kita tidak terpaku kepada Jadwal Kereta jadwal
bus dll. Selama perjalananpun ketika kita harus berhenti hanya sekedar foto2
karena pemandangan yg indah, itu sangat mungkin untuk dilakukan, ketika ingin
ke toilet ataupun ketika melihat enaknya makanan yg dipajang di pinggir jalan
dan sangat menggugah selera, bisa langsung kita berhenti untuk membeli dan
memakannya.
Berikut saya bagikan Tips nya:
Menghitung Biaya :
Pembelian BBM
Pembelian BBM
Cara mudah sekali sebenarnya, Buka Aplikasi
Google Map, Lalu tentukan tempat wisata yg akan di tuju, maka akan tampil
berapa km jarak dari tempat kita.
Lalu cara menghitung berapa liter BBM yg
akan kita beli caranya adalah : Berapa Konsumsi BBM kendaraan kita misalkan 1:8
(Artinya 1 liter mampu bergerak sejauh 8 km), klo jarak tempuh (Tempat Wisata)
80 Km yah tinggal dibagi saja, 80:8=10, artinya kita membutuhkan BBM sebanyak
10 Liter, lalu kali dengan harga jenis BBM yg kita pakai.
2.
Pembayaran TOL, goggle aja tariff tolnya di
Internet, ada banyak sekali situs yg menulis tentang tariff tol, contohnya: www.jasamarga.com untuk tol jalur
Purwakarta-Bandung-Cileunyi.
3.
Pembayaran Parkir
Ada kalanya tempat parkir juga menjadi
mahal, jika kendaraan kita harus menginap, contoh kasus ketika saya harus
mendaki G.Prau di Dieng Wonosobo, biaya parkir Rp. 25.000,- per malam.
4.
Hitung juga tarif masuk Wisata yg akan kita
tuju.
5.
Google saja Hotel2 yg bertarif sesuai dengan
kantong kita, Booking jika perlu, dan sekarang ini ada beberapa penginapan yg
memberikan pelayanan bayar di tempat ketika kita datang ke hotel tersebut.
Berikut Rekomendasi beberapa tempat wisata yg layak di
kunjungi untuk wisata keluarga yg juga menampilkan keindahahan selama di
perjalanannya:
1. Jalur Dataran Tinggi Wonosobo-Dieng-Tambi
Tempat
wisata di kawasan Dieng ini banyak sekali, di mulai dari Pemandian air panas Kali Anget, menikmati sunrise di gardu
pandang Tieng, Pendakian Gunung Prau dari Dusun Patak Banteng, Kompleks Candi,
Telaga Warna, Theater, Sunrise Sikunir, Telaga Cebong, Tuk Bima Lukar, Kawah
Seleri dan masih banyak lagi yg lainnya.
Sebenarnya
beberapa tempat wisata di atas jaraknya berdekatan, jadi tidak membutuhkan
waktu yg lama untuk pindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata yg lain.
Jika
ingin ke Dieng wajib hukumnya untuk bermalam, ada banyak penginapan murah di
mulai dari Rp.150.000,- s.d Rp.350.000,- pada musim liburan jalur menuju Dieng
dari arah Wonosobo terkadang macet parah, karena banyaknya pengunjung.
Saran
dari penulis untuk pengaturan waktu jika ke Dieng ialah:
Alun-alun
Wonosobo pkl. 03.30 pagi. (Bebas macet)
Gardu
Pandang Tieng pkl. 04.00 (Nikmati lampu Kota di malam hari dari ketinggian
sambil menunggu Sunrise), lalu berangkat lagi ke Dieng nya sarapan pagi
persiapan untuk Explore Dieng.
Explore
Dieng : Kompleks Candi, jika di pagi hari masih sepi pengunjung jadi hasil foto
nya pasti bagus, lalu ke Telaga Warna-Theater-Sikidang-Seleri.
Di
Sore hari berangkat ke Telaga Cebong, cari penginapan sblm telaga (Penginapan
Rodja dgn View telaga) stay 1 malam di sini.
Pagi
dini hari Pkl. 03.30 jalan kaki ke Telaga Cebong lalu langsung berlanjut untuk
Sunrise Sikunir. Sunrise Sikunir cukup cantik dan Ciamik asli Gak Bohong..!
Setelah
semua explore dieng, bagi yg ingin melanjutkan explore Magelang/Borobudur,
sebaiknya lewat Perkebunan Teh Tambi, jalannya sepi dan sepanjang perjalanan
kita akan di suguhkan nuansa alam yg asri khas alam pedesaan pegunungan, persis
di kaki Gunung Sindoro.
2. Jalur Tembus Ciwidey Bandung
Selatan-Cidaun Cianjur-Pangalengan
Jakarta-Bandung
(Pasir koja)-Soreang Via jalan Tol.
Dari
pintu keluar tol langsung menuju Ciwidey, ada banyak wisata di Ciwidey ini
dimulai dari Kawah Putih, Green Hill, Ranca Upas, Cimanggu, Ciwalini, Situ
Patengan. Sebelum pertigaan Situ Patengan ini ambil jalur ke Kiri, di sini ada
jalan tembus menuju Cianjur, Asli Jalannya Indah bangat di kelilingi Kebun teh
dan Hutan, terdapat air terjun juga di kiri jalan. Lalu melewati perkampungan yg asri dan
persawahan. Ketika masuk hutan ada banyak dijumpai pedagang durian.
Ketika
sampai di pesisir Cianjur (Pertigaan) belok ke kanan ke arah Cidaun dan belok
kiri ke arah Garut Ranca Buaya/Santolo.
.
3. Taman Bunga Nusantara
Ada dua jalur menuju wisata ini, lewat Puncak Bogor atau lewat Jonggol, dua rute tersebut sama-sama indah
Ada dua jalur menuju wisata ini, lewat Puncak Bogor atau lewat Jonggol, dua rute tersebut sama-sama indah
4. Air Panas dan Gunung Galunggung
Ke
tempat wisata ini biasanya saya sampai lokasi air panas pkl. 04.30 pagi,
lumayan irit karena pintu masuk belum ada yg jaga, dan langsung nyebur di kolam
renang. Puas rendeman di air panas, barulah mobil kita pacu lagi pada jalan
menanjak ke Parkiran Gunung Galunggung. Untuk mendaki sudah disediakan anak
tangga sehingga sedikit mudah, tapi tetap saja nafas Ngos-ngosan, hehehehe…
Sampai
di puncak bisa kita lanjutkan untuk turun ke kawah, kawah nya tertutup genangan
air dan berubah menjadi danau, bisa mancing
bro n sis….
5. G.Papandayan
Dari
kota Garut, mobil di arahkan menuju Cikajang, lalu di daerah Cisurupan ini lah
di mulainya jalan sedikit rusak menuju parkiran G.Papandayan.
Kita
bisa juga Camping di sekitaran sini, walaupun membawa anak kecil, karena
trekkingnya tidak terlalu jauh dari parkiran mobil sekitar 5 menitan, memang
ada juga tempat Camping Pondok Salada yg harus trekking sekitar 1.5 s.d 2 jam
dan harus melawati kawah dan jalan selanjutnya yg menanjak.
6. Jalur Pelabuhan Ratu-Bukit Habibie-Cisolok-P.Sawarna-Malingping-Serang Banten.
Jalur
ini merupakan jalur pesisir, dataran tinggi-menengah-rendah, lewat jalur ini
kudu nyiapin batre cadangan, karena sepanjang perjalanan pasti jepret-jepret
terus.
Bentar-bentar
berhenti untuk foto. Suerrrrrr!!!!!
7. Situ Gunung dan TN. Gunung
Halimun Salak
Kalo
Situ Gunung udah banyak orang pasti mengunjunginya, tapi Taman Nasional Gunung
Halimun Salak (TNGHS) kayaknya jarang deh.
Perjalanan
ini di awali dari Sukabumi melewati hutan yg masih rimbun dan sepi, sempat
takut juga sih, karena memang benar2 masuk ke Hutan, mobil hanya dapat di pacu
dengan kecepatan 10-20 km per jam. Maklum mobil saya MPV, (Jgn lupa Full Bahan Bakar). Untuk jalur
pulang bisa lewat kebun teh tembus di
daerah Leuwi Liang Bogor.
8. Candi Cetho-Jateng
Sepulang
dari Cemoro Sewu/Tawang Mangu, mobil kami arahkan ke Kota Solo, namun di
perjalanan membaca Candi Cetho, karena penasaran mobil saya belokkan ke kanan
menuju lokasi wisata Candi Cetho. Oh ternyata perjalanannya Indah dan
Endah…hehehehe… Penasaran Coba aja sendiri…





Tidak ada komentar:
Posting Komentar