Kamis, 14 Desember 2017

Tips Wisata Keluarga Dengan kendaraan Mobil

Berwisata dengan mobil pribadi (Sewa atau milik sendiri) terasa lebih nyaman dibandingkan ketika kita harus menggunakan anggkutan public/umum, karena selama perjalanan kita bebas bercengkrama bersama orang2 terdekat kita tanpa harus mengganggu orang lain.

Selain itu dengan kendaraan sendiri tentunya segala waktu tidak begitu mengikat, karena kita tidak terpaku kepada Jadwal Kereta jadwal bus dll. Selama perjalananpun ketika kita harus berhenti hanya sekedar foto2 karena pemandangan yg indah, itu sangat mungkin untuk dilakukan, ketika ingin ke toilet ataupun ketika melihat enaknya makanan yg dipajang di pinggir jalan dan sangat menggugah selera, bisa langsung kita berhenti untuk membeli dan memakannya.

Berikut saya bagikan Tips nya:

Menghitung Biaya :
Pembelian BBM
Cara mudah sekali sebenarnya, Buka Aplikasi Google Map, Lalu tentukan tempat wisata yg akan di tuju, maka akan tampil berapa km jarak dari tempat kita.
Lalu cara menghitung berapa liter BBM yg akan kita beli caranya adalah : Berapa Konsumsi BBM kendaraan kita misalkan 1:8 (Artinya 1 liter mampu bergerak sejauh 8 km), klo jarak tempuh (Tempat Wisata) 80 Km yah tinggal dibagi saja, 80:8=10, artinya kita membutuhkan BBM sebanyak 10 Liter, lalu kali dengan harga jenis BBM yg kita pakai.

2.       Pembayaran TOL, goggle aja tariff tolnya di Internet, ada banyak sekali situs yg menulis tentang tariff tol, contohnya: www.jasamarga.com untuk tol jalur Purwakarta-Bandung-Cileunyi.

3.       Pembayaran Parkir
Ada kalanya tempat parkir juga menjadi mahal, jika kendaraan kita harus menginap, contoh kasus ketika saya harus mendaki G.Prau di Dieng Wonosobo, biaya parkir Rp. 25.000,- per malam.

4.       Hitung juga tarif masuk Wisata yg akan kita tuju.

5.       Google saja Hotel2 yg bertarif sesuai dengan kantong kita, Booking jika perlu, dan sekarang ini ada beberapa penginapan yg memberikan pelayanan bayar di tempat ketika kita datang ke hotel tersebut.

Berikut Rekomendasi beberapa tempat wisata yg layak di kunjungi untuk wisata keluarga yg juga menampilkan keindahahan selama di perjalanannya:

1. Jalur Dataran Tinggi Wonosobo-Dieng-Tambi
Tempat wisata di kawasan Dieng ini banyak sekali, di mulai dari Pemandian air  panas Kali Anget, menikmati sunrise di gardu pandang Tieng, Pendakian Gunung Prau dari Dusun Patak Banteng, Kompleks Candi, Telaga Warna, Theater, Sunrise Sikunir, Telaga Cebong, Tuk Bima Lukar, Kawah Seleri dan masih banyak lagi yg lainnya.

Sebenarnya beberapa tempat wisata di atas jaraknya berdekatan, jadi tidak membutuhkan waktu yg lama untuk pindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata yg lain.

Jika ingin ke Dieng wajib hukumnya untuk bermalam, ada banyak penginapan murah di mulai dari Rp.150.000,- s.d Rp.350.000,- pada musim liburan jalur menuju Dieng dari arah Wonosobo terkadang macet parah, karena banyaknya pengunjung.

Saran dari penulis untuk pengaturan waktu jika ke Dieng ialah:
Alun-alun Wonosobo pkl. 03.30 pagi. (Bebas macet)
Gardu Pandang Tieng pkl. 04.00 (Nikmati lampu Kota di malam hari dari ketinggian sambil menunggu Sunrise), lalu berangkat lagi ke Dieng nya sarapan pagi persiapan untuk Explore Dieng.

Explore Dieng : Kompleks Candi, jika di pagi hari masih sepi pengunjung jadi hasil foto nya pasti bagus, lalu ke Telaga Warna-Theater-Sikidang-Seleri.

Di Sore hari berangkat ke Telaga Cebong, cari penginapan sblm telaga (Penginapan Rodja dgn View telaga) stay 1 malam di sini.

Pagi dini hari Pkl. 03.30 jalan kaki ke Telaga Cebong lalu langsung berlanjut untuk Sunrise Sikunir. Sunrise Sikunir cukup cantik dan Ciamik asli Gak Bohong..!

Setelah semua explore dieng, bagi yg ingin melanjutkan explore Magelang/Borobudur, sebaiknya lewat Perkebunan Teh Tambi, jalannya sepi dan sepanjang perjalanan kita akan di suguhkan nuansa alam yg asri khas alam pedesaan pegunungan, persis di kaki Gunung Sindoro.






2. Jalur Tembus Ciwidey Bandung Selatan-Cidaun Cianjur-Pangalengan
Jakarta-Bandung (Pasir koja)-Soreang Via jalan Tol.
Dari pintu keluar tol langsung menuju Ciwidey, ada banyak wisata di Ciwidey ini dimulai dari Kawah Putih, Green Hill, Ranca Upas, Cimanggu, Ciwalini, Situ Patengan. Sebelum pertigaan Situ Patengan ini ambil jalur ke Kiri, di sini ada jalan tembus menuju Cianjur, Asli Jalannya Indah bangat di kelilingi Kebun teh dan Hutan, terdapat air terjun juga di kiri jalan.  Lalu melewati perkampungan yg asri dan persawahan. Ketika masuk hutan ada banyak dijumpai pedagang durian.

Ketika sampai di pesisir Cianjur (Pertigaan) belok ke kanan ke arah Cidaun dan belok kiri ke arah Garut Ranca Buaya/Santolo.
.






3. Taman Bunga Nusantara
Ada dua jalur menuju wisata ini, lewat Puncak Bogor atau lewat Jonggol, dua rute tersebut sama-sama indah 


4. Air Panas dan Gunung Galunggung
Ke tempat wisata ini biasanya saya sampai lokasi air panas pkl. 04.30 pagi, lumayan irit karena pintu masuk belum ada yg jaga, dan langsung nyebur di kolam renang. Puas rendeman di air panas, barulah mobil kita pacu lagi pada jalan menanjak ke Parkiran Gunung Galunggung. Untuk mendaki sudah disediakan anak tangga sehingga sedikit mudah, tapi tetap saja nafas Ngos-ngosan, hehehehe…

Sampai di puncak bisa kita lanjutkan untuk turun ke kawah, kawah nya tertutup genangan air dan berubah menjadi danau, bisa mancing  bro n sis….



5. G.Papandayan
Dari kota Garut, mobil di arahkan menuju Cikajang, lalu di daerah Cisurupan ini lah di mulainya jalan sedikit rusak menuju parkiran G.Papandayan.


Kita bisa juga Camping di sekitaran sini, walaupun membawa anak kecil, karena trekkingnya tidak terlalu jauh dari parkiran mobil sekitar 5 menitan, memang ada juga tempat Camping Pondok Salada yg harus trekking sekitar 1.5 s.d 2 jam dan harus melawati kawah dan jalan selanjutnya yg menanjak.





6. Jalur Pelabuhan Ratu-Bukit Habibie-Cisolok-P.Sawarna-Malingping-Serang Banten.
Jalur ini merupakan jalur pesisir, dataran tinggi-menengah-rendah, lewat jalur ini kudu nyiapin batre cadangan, karena sepanjang perjalanan pasti jepret-jepret terus.
      Bentar-bentar berhenti untuk foto. Suerrrrrr!!!!! 

 

 
 




7. Situ Gunung dan TN. Gunung Halimun Salak
Kalo Situ Gunung udah banyak orang pasti mengunjunginya, tapi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kayaknya jarang deh.

Perjalanan ini di awali dari Sukabumi melewati hutan yg masih rimbun dan sepi, sempat takut juga sih, karena memang benar2 masuk ke Hutan, mobil hanya dapat di pacu dengan kecepatan 10-20 km per jam. Maklum mobil saya MPV,  (Jgn lupa Full Bahan Bakar). Untuk jalur pulang  bisa lewat kebun teh tembus di daerah Leuwi Liang Bogor.







8. Candi Cetho-Jateng
Sepulang dari Cemoro Sewu/Tawang Mangu, mobil kami arahkan ke Kota Solo, namun di perjalanan membaca Candi Cetho, karena penasaran mobil saya belokkan ke kanan menuju lokasi wisata Candi Cetho. Oh ternyata perjalanannya Indah dan Endah…hehehehe… Penasaran Coba aja sendiri…